Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli). Pneumonia Balita ditandai dengan adanya gejala batuk dan atau kesukaran bernapas seperti napas cepat, tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam (TDDK), atau gambaran radiologi foto thorax/ dada menunjukkan infiltrat paru akut. Demam bukan merupakan gejala yang spesifik pada Balita. Dalam penatalaksanaan pengendalian ISPA semua bentuk pneumonia seperti bronkopneumonia, bronkiolitis disebut “pneumonia” saja.
Tanda dan gejala pneumonia adalah adanya batuk disertai kesukaran bernapas seperti napas cepat dan atau tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam. Kriteria napas cepat :
- Umur < 2 bulan : frekuensi napas =60 kali/menit
- Umur 2-12 bulan : frekuensi napas = 50 kali/ menit
- Umur >1-5 tahun : frekuensi napas = 40 kali / menit
Penyebab Pneumonia
Berdasarkan penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa di negara berkembang, termasuk di Indonesia bakteri Streptokokus Pneumonia dan Haemofilus influenzae merupakan bakteri yang merupakan penyebab terbanyak pada kasus pneumonia.
Penggolongan Penumonia
• Pneumonia Berat
Tanda : Tarikan dinding dada ke dalam, Penderita pneumoni berat juga mungkin disertai tanda-tanda lain seperti :
- Nafas cuping hidung
- Suara rintihan
- Sianosis. Anak ini membutuhkan oksigen
• Pneumoni
Tanda :
- Tak ada tarikan dinding dada ke dalam
- Disertai nafas cepat : > 50 x/menit untuk usia 2 bulan - < 1 tahun > 40 x/menit untuk usia 1 tahun – 5 tahun
• Bukan Pneumonia
Tanda :
- Tak ada tarikan dinding dada ke dalam
- Tak ada nafas cepat : < 50 x/menit untuk usia 2 bulan - < 1 tahun < 40 x/menit untuk usia 1 tahun – 5 tahun
| Sumber | : | Pedoman Pengendalian ISPA |