Gangguan Kejiwaan

Contoh Gangguan Kejiwaan

  1. Insomnia adalah kesulitan untuk memulai tidur Kesulitan untuk mempertahankan kondisi tidur (cirinya: sering terbangun atau sulit untuk kembali tidur setelah terbangun). Terbangun lebih awal dari biasanya dan sulit untuk tertidur kembali.
  2. Keputusasaan adalah merasa tidak ada harapan hidup, kesepian atau hampa, sedih, tidak selera makan, dan tidak mau terlibat dalam perawatan yang diberikan.
  3. Kecemasan adalah menunjukkan kecemasan sebagai gejala utama yang berlangsung hampir setiap hari selama beberapa minggu. Gejala kecemasan tersebut biasanya meliputi:
    • Kecemasan (khawatir akan nasib buruk, merasa seperti di ujung tanduk, sulit konsentrasi, dsb.);
    • Ketegangan motorik (gelisah, sakit kepala, gemetaran, tidak dapat santai);
    • Overaktivitas otonomik (kepala terasa ringan, berkeringat, jantung berdebar-debar, sesak napas, keluhan lambung, pusing kepala, mulut kering, dsb.)
  4. Gangguan Panik adalah ditemukan adanya beberapa kali serangan kecemasan berat, seperti:
    • Pada keadaan-keadaan yang sebenarnya secara objektif tidak berbahaya;
    • Tidak terbatas pada situasi yang telah diketahui atau yang dapat diduga sebelumnya;
    • Dengan keadaan yang relatif bebas dari gejala-gejala kecemasan pada periode di antara serangan-serangan panik (meskipun demikian umumnya dapat terjadi juga “anxietas antisipatorik”, yaitu kecemasan yang terjadi setelah membayangkan sesuatu yang mengkhawatirkan akan terjadi).
  5. Depresi adalah dalam kurun waktu 2 minggu terdapat gejala-gejala berikut:
    • Gejala fisik: masalah tidur (kurang/berlebihan), selera makan berkurang/berlebihan, kelelahan, lemas, tidak ada energi, pegal-pegal, nyeri pada otot
    • Gejala emosi: mood depresif, sedih, mudah tersinggung, hilang minat pada aktivitas sehari-hari
    • Gejala pikiran: konsentrasi menurun, sulit ambil keputusan, merasa bersalah, merasa tidak berharga, kurang percaya diri pada kemampuan, tidak berdaya dan putus asa, ada pemikiran tentang bunuh diri/kematian, bisa disertai adanya delusi dan halusinasi
  6. Risiko Bunuh Diri adalah mempunyai keinginan untuk mengakhiri hidup yang terdiri atas tiga (3) bentuk:
    • Mengatakan ingin mengakhiri hidup dan merasa putus asa
    • Mengatakan ingin mengakhiri hidup dan diikuti dengan tindakan yang membahayakan
    • Melakukan tindakan membahayakan diri sendiri secara berulang-ulang dengan tujuan mengakhiri hidup

Sumber : Panduan Kesehatan Jiwa pada Masa Pandemi COVID-19

 awal

Promkes Kuat, Masyarakat Sehat!
© 2016 Fadlan Setiaji