Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga

Tahapan kegiatan dalam Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga, yaitu:
a. Pengolahan air baku
apabila air baku keruh perlu dilakukan pengolahan awal
b. Pengolahan air untuk minum  
Pengolahan air minum di rumah tangga dilakukan untuk mendapatkan air dengan kualitas air minum. Cara pengolahan yang disarankan, yaitu:
Air untuk minum harus diolah terlebih dahulu untuk menghilangkan kuman dan penyakit melalui :
-  Filtrasi (penyaringan), contoh : biosand filter, keramik filter, dan sebagainya.
-  Klorinasi, contoh : klorin cair, klorin tablet, dan sebagainya.
-  Koagulasi dan flokulasi (penggumpalan), contoh : bubuk koagulan  
-  Desinfeksi, contoh : merebus, sodis (Solar Water Disinfection)
c. Wadah Penyimpanan Air Minum  
Setelah pengolahan air, tahapan selanjutnya menyimpan air minum dengan aman untuk keperluan sehari-hari, dengan cara:
- Wadah  bertutup,  berleher  sempit,  dan  lebih  baik dilengkapi dengan kran.
- Air minum sebaiknya disimpan di  wadah pengolahannya.
- Air yang sudah diolah sebaiknya disimpan dalam tempat yang bersih dan selalu tertutup.
- Minum air dengan menggunakan gelas yang bersih dan kering atau tidak minum air langsung mengenai mulut/wadah kran.
- Letakkan wadah penyimpanan air minum di tempat yang bersih dan sulit terjangkau oleh binatang.
- Wadah air minum dicuci setelah tiga hari atau saat air habis, gunakan air yang sudah diolah sebagai air bilasan terakhir.

Sumber : Peraturan Menteri Kesehatan No 3 Tahun 2014

 awal

Promkes Kuat, Masyarakat Sehat!
© 2016 Fadlan Setiaji