Disebabkan oleh virus dengan nama yang sama, hepatitis B ternyata lebih mudah ditularkan melalui hubungan seksual daripada HIV. Virus ini bisa ditemukan pada darah, cairan vagina, air liur, dan sperma. Seks oral, dan khususnya seks anal, adalah cara yang bisa menularkan virus Hepatitis B. Transplantasi organ dan penggunaan jarum suntik secara bergantian juga berisiko menjadi cara penularan virus penyakit ini.
Gejala Hepatitis B biasanya baru akan muncul sekitar 2-5 bulan setelah penderita mengalami kontak dengan virus. Gejala awal muncul seperti flu dan kemudian berkembang menjadi penyakit kuning. Pada fase kronis, hepatitis B dapat menyebabkan kerusakan permanen pada hati.
Untuk memastikan diagnosis hepatitis, dapat dilakukan pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah yang dilakukan meliputi pemeriksaan antibodi dan protein pada virus. Selain itu juga akan dilakukan pemeriksaan fungsi hati untuk melihat kerusakan pada organ hati anda.
Hingga saat ini tidak ada pengobatan untuk menghilangkan virus hepatitis. Pengobatan yang dilakukan oleh dokter akan bertujuan untuk menunda atau mencegah komplikasi yang dapat terjadi. Meskipun begitu, terdapat vaksin yang dapat melindungi dari infeksi hepatitis B.
| Sumber | : | alodokter.com |