Gejala penyakit Rabies pada manusia adalah:
a. Pada manusia stadium permulaan rabeis sulit diketahui, yang perlu diperhatikan ialah adanya riwayat gigitan hewan penular rabies.
b. Biasanya didahului rasa sakit kepala, lesu, mual, napsu makan menurun, gugup dan nyeri pada bekas luka gigitan.
c. Stadium lebih lanjut:
- Kepekaan terhadap sinar, suara dan angin meninggi
- Air liur dan air mata keluar secara berlebihan
- Yang khas dari rabies pada manusia adanya rasa takut pada air berlebihan (hidrophobia)
- Kejang-kejang dan disusul dengan kelumpuhan
- Biasanya penderita meninggal 4-6 hari setelah gejala-gejala/tanda-tanda pertama muncul
Sama seperti pada manusia, gejala rabies pada hewan pun akan melewati beberapa tahapan. Misalnya pada anjing, pada tahapan pertama, anjing biasanya akan terlihat tidak mau makan. Kemudian anjing akan terlihat jinak, meski terhadap orang-orang yang tidak dikenalinya. Selanjutnya masuk tahap kedua yang disebut tahap ’anjing gila’. Tahapan ini biasanya hanya berlangsung 2-4 hari. Tahapan ini ditandai dengan perilaku anjing yang liar dan agresif. Perilaku agresif tersebut di antaranya seperti anjing yang terlihat tidak memiliki takut terhadap musuh-musuh alaminya, menyalak terus-menerus, dan berusaha menyerang apa saja yang mendekat, bahkan benda mati sekalipun. Dan yang terakhir adalah tahap lumpuh. Pada fase ini anjing akan terlihat mengeluarkan busa dari mulutnya, nampak seperti sedang tersedak dan rahang bawah yang terlihat turun. Selanjutnya otot-otot rahang, mulut, serta kerongkongan hewan tersebut mengalami kelumpuhan dan akhirnya mati.
| Sumber | : | Informasi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan |